Minggu, 24 Oktober 2010

Etika Dalam Berbicara

Etika Dalam Berbicara

Komunikasi merupakan hal yang penting dalam kehidupan kita. Komunikasi dilakukan dengan berbicara dengan orang lain. Dengan berbicara maka kita dapat menangkap dan menerima apa yang ingin disampaikan oleh lawan bicara kita. Hal- hal yang harus diperhatikan /etika dalam berbicara antara lain :
- Menggunakan kata dan kalimat yang baik terhadap lawan bicara.
- Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara.
- Hendaknya bicara dengan halus dan murah senyum.
- Gunakan gerakan tubuh yang wajar.
- Memakai pakaian yang rapi, menutup aurat dan sesuai dengan sikon.
 

ETIKA

A. Arti Definisi / Pengertian Etika ( Etik )
Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan.

B. Arti Definisi / Pengertian Etika
Etika adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan.

C. Fungsi Etika
- Etika membuat kita memiliki pendirian dalam pergolakan berbagai pandangan moral    yang kita hadapi.
- Etika membantu agar kita tidak kehilangan orientasi dalam transformasi budaya, sosial, ekonomi, politik dan intelektual dewasa ini melanda dunia kita.
- Etika juga membantu kita sanggup menghadapi idiologi-idiologi yang merebak di dalam masyarakt secara kritis dan obyektif.
- Etika membantu agamawan untuk menemukan dasar dan kemapanan iman kepercayaan sehingga tidak tertutup dengan perubahan jaman.

D.    Jenis-Jenis Etika
Beberapa pandangan terhadap etika:
a) Etika filosofis
Etika filosofis adalah etika yang dipandang dari sudut filsafat. Kata filosofis sendiri berasal dari kata “philosophis” yang asalnya dari bahasa Yunani yakni: “philos” yang berarti cinta, dan “sophia” yang berarti kebenaran atau kebijaksanaan. Etika filosofis adalah etika yang menguraikan pokok-pokok etika atau moral menurut pandangan filsafat. Dalam filsafat yang diuraikan terbatas pada baik-buruk, masalah hak-kewajiban, maslah nilai-nilai moral secara mendasar. Disini ditinjau hubungan antara moral dan kemanusiaan secara mendalam dengan menggunakan rasio sebagai dasar untuk menganalisa.
b) Etika teologis
Etika teologis adalah etika yang mengajarkan hal-hal yang baik dan buruk berdasarkan ajaran-ajaran agama. Etika ini memandang semua perbuatan moral sebagai:
  1. Perbuatan-perbuatan yang mewujudkan kehendak Tuhan ataub sesuai dengan kehendak Tuhan.
  2. Perbuatan-perbuatan sbegai perwujudan cinta kasih kepada Tuhan
  3. Perbuatan-perbuatan sebagai penyerahan diri kepada Tuhan.
Orang beragama mempunyai keyakinan bahwa tidak mungkin moral itu dibangun tanpa agama atau tanpa menjalankan ajaran-ajaran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Sumber pengetahuan dan kebenaran etika ini adalah kitab suci.
c) Etika sosiologis
Etika sosiologis berbeda dengan dua etika sebelumnya. Etika ini menitik beratkan pada keselamatan ataupun kesejahteraan hidup bermasyarakat. Etika sosiologis memandang etika sebagai alat mencapai keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan hidup bermasyarakat. Jadi etika sosiologis lebih menyibukkan diri dengan pembicaraan tentang bagaimana seharusnya seseorang menjalankan hidupnya dalam hubungannya dengan masyarakat.
d) Etika Deontologis
Istilah deontologis berasal dari kata Yunani yang berati kewajiban, etika ini menetapkan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Argumentasi dasar yang dipakai adalah bahwa suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dari suatu tindakan, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri baik pada dirinya sendiri.
Dari argumen di atas jelas bahwa etika ini menekankan motivasi, kemauan baik, dan watak yang kuat dari pelaku, lepas dari akibat yang ditimbulkan dari pelaku. Menanggapi hal ini Immanuel kant menegaskan dua hal:
  • · Tidak ada hal di uinia yang bisa dianggap baik tanpa kualifikasi kecuali kemauan baik. Kepintaran, kearifan dan bakat lainnya bisa merugikn kalau tanpa didasari oleh kemauan baik. Oleh karena itu Kant mengakui bahwa kemauan ini merupakan syarat mutlak untuk memperoleh kebahagiaan.
  • · Dengan menekankan kemauan yang baik tindakan yang baik adalah tindakan yang tidak saja sesuai dengan kewajiban, melainkan tindakan yang dijalankannya demi kewajiban. Sejalan dengan itu semua tindakan yang bertentangan dengan kewajiban sebagai tindakan yang baik bahkan walaupun tindakan itu dalam arti tertentu berguna, harus ditolak.

e) Etika Teleologis
Teleologis berasal dari bahasa Yunani, yakni “telos” yang berati tujuan. Etika teleologis menjadikan tujuan menjadi ukuran untuk baik buruknya suatu tindakan. Dengan kata lain, suatu tindakan dinilai baik kalau bertujuan untuk mencapai sesuatu yang baik atau kalau akibat yang ditimbulkan baik.


4 Profesi Akuntan :
1.   Akuntan Publik
2.   Akuntan Manajemen /Perusahaan
3.   Akuntan Pemerintah /BUMN]
4.   Akuntan Pendidik

Ada 8 Prinsip Kode Etik Akuntan :
1.      Tanggung Jawab Profesi
2.      Kepentingan Publik
3.      Integritas
4.      Objectivitas
5.      Kompetensi & kehati-hatian professional
6.      Ada kerahasiaan
7.      Perilaku Profesi
8.      Standar teknis

Studi Kasus : ( Sumber : Institut Akuntan Publik Indonesia)
Setiap Praktisi tidak boleh mengambil tanggung jawab penyimpanan uang atau aset lainnya.milik klien, kecuali jika diperbolehkan oleh ketentuan hukum yang berlaku dan jika demikian, Praktisi wajib menyimpan asset tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Penyimpanan asset milik klien dapat dapat menimbulkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi, sebagai contoh, ancaman kepentingan pribadi tehadap perilaku professional dan objektivitas dapat terjadi dari penyimpanan asset klien tersebut. Praktisi yang dipercaya untuk menyimpan uang atau asset lainnya milik pihak lain harus melakukan pencegahan sebagai berikut :
a.       Menyimpan aaset tersebut secara terpisah dari asset KAP Jaringan KAP, atau aset pribadinya;
b.      Menggunakan aset tersebut hanya untuk tujuan yang  telah ditetapkan;
c.       Setiap saat siap mempertanggungjawabkan aset tersebut kepada individu yang berhak atas aset tersebut, termasuk seluruh penghasilan, dividen atau keuntungan yang dihasilkan dari aset tersebut; dan
d.      Mematuhi semua ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku sehubungan dengan penyimpanan dan pertangungjawaban aset tersebut.
Selain itu setiap Praktisi harus selalu waspada terhadap ancaman atas kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi yang dapat terjadi sehubungan dengan ketertarikan Praktisi dengan aset tersebut. Sebagai contoh, keterkaitan praktisi dengan aset yang berhubungan dengan kegiatan illegal, seperti pencucian uang . Sebagai bagian dari prosedur penerimaan klien dan perikatan, setiap Praktisi harus melakukan wawancara yang memadai mengenai sumber aset tersebut dan mempertimbangkan kewajiban yang timbul berdasarkan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. Dalam kondisi demikian, Praktisi dapat mempertimbangkan untuk meminta nasihat hukum. 



Rabu, 13 Oktober 2010

Pangantar Bisnis : Bisnis Fotokopi yang Menggiurkan

BISNIS FOTOKOPI YANG MENGGIURKAN


Di era globalisasi ini, semakin tingginya pengeluaran kebutuhan hidup yang kita hadapi saat ini, terkadang tidak sebanding dengan pendapatan kita. Untuk itulah mengapa kita tidak mencoba  untuk membuat suatu usaha yang dapat menutupi pengeluaran hidup kita sekaligus dapat menambah pengeluaran kita.
Setelah saya cermati berbagai bidang usaha. Saya tertarik dengan bisnis fotokopi. Mengapa demikian ? karena saya melihat bahwa bisnis fotokopi mempunyai prospek cukup cerah dan selalu memiliki pasar. Coba kita ingat kembali dizaman kita sekolah dahulu hingga sampai sekarang ini (sudah bekerja) pasti tidak luput dari kegiatan mengcopy berkas entah itu bahan pelajaran bahkan sampai berkas-berkas penting seperti ijazah, akta, dll yang memerlukan salinan sebagai pengganti dari berkas tersebut.
Untuk menjalankan usaha ini diperlukan modal yakni tempat usaha dan alat yang diperlukan dalam beroperasinya usaha fotokopi tersebut. Untuk tempat usaha didirikan hendaknya harus strategis agar keberhasilan usaha kita dapat dicapai. Seperti di sekolahatau universitas. Jika anda sudah menemukan tempat yang tepat, maka itu sudah awal  yang sangat bagus. Alat utama yang diperlukan dalam bisnis ini tentu saja mesin fotokopi itu sendiri. Memang harga mesin fotokopi tersebut lumayan mahal. Jika anda tidak mampu untuk membeli yang baru anda tidak perlu khawatir karena banyak tempat yang menyewakan mesin fotokopi tersebut. Sebagai pemula anda lebih baik menyewa mesin fotokopi tersebut. Selain mesin fotokopi tersebut kita juga perlu persiapan modal cadangan dan supplier, seperti ATK, kertas, toner/tinta. Pastikan kita mendapatkan supplier yang baik & persediaan yang cukup.
Ada baiknya anda juga menambahkan fasilitas seperti laminating/press, jilid. bahkan ada beberapa tempat fotokopi yang menyewakan rental computer. Hal ini tentu sangat bergantung pada kemampuan  modal usaha yang anda miliki dan kebutuhan konsumen tempat dimana anda menjalankan usaha tersebut. Akan sangat bagus lagi jika anda mengetahui perkembangan kebutuhan pasar dan teknologi alat-alat yang menunjang usaha fotokopi tersebut.
Hal-hal yang diperlukan diperhatikan dalam menjalankan usaha fotokopi ini antara lain ;
Ø  Dalam menentukan tarif harga hendaknya kita jangan terlalu mematok harga terlalu tinggi dengan pesaing kita. Alih-alih ingin mendapatkan untung lebih bisa-bisa malah pelanggan kita beralih ke tempat lain.
Ø  Usahakan menjaga kualitas & mutu terhadap jasa yang kita berikan, seberapa cepat jasa yang diberikan dan seberapa rapi order yang dihasilkan.

Memang setiap usaha pasti ada pasang surutnya. Untuk usaha ini ketika musim liburan tiba biasanya usaha ini akan sepid ari order. Tetapi jangan khawatir karena yang namanya rezeki pasti akan datang dengan sendirinya. Asal kita mau tetap berusaha dan bekerja keras.