Selasa, 19 April 2011

PEMERATAAN EKONOMI

Inflasi yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menurunkan pendapatan masyarakat. Penurunan pendapatan masyarakat akan dirasakan secara nyata oleh golongan masyarakat menengah kebawah. Penurunan pendapatan berkorelasi positif dengan menurunnya kesejahteraan. Indikator kesejahteraan yang selalu digunakan ada dua yakni tingkat pengangguran dan kemiskinan. Jumlah pengangguran tahun 2009 adalah 9,25 juta jiwa, turun menjadi 8,5 juta jiwa pada tahun 2010 atau turun sebesar 667 ribu orang. Jumlah ini belum termasuk pengangguran setengah terbuka atau tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu yang meningkat dari waktu ke waktu sejalan dengan kesempatan kerja yang terbatas. Pada tahun 2010, pengangguran setengah terbuka diperkirakan mencapai 32 juta jiwa lebih. Pengangguran setengah terbuka inilah yang mencerminkan tingkat kesejahteraan tenaga kerja di tanah air.
Sedangkan angka kemiskinan tahun 2010 mencapai 31,02 juta jiwa. Namun, kalau melihat angka kemiskinan relatif diperkirakan mencapai 30 juta jiwa lebih. Kemiskinan relatif lebih diposisikan sebagai golongan masyarakat yang rentan miskin apabila tingkat inflasi terus bertambah dan berbagai kebijakan kurang optimal berpihak bagi program penyangga kemiskinan.
Pemerataan ekonomi merupakan amanah Pembukaan UUD 1945 yang memberi pesan mewujudkan kesejahteraan umum secara adil dan merata. Untuk itu, diperlukan pemecahan masalah pemerataan ekonomi secara strategis dan sistematis. Pemecahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjalankan kebijakan diskriminasi harga bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pokok masyarakat menurut keragaman tingkat inflasi masing-masing daerah, peningkatan anggaran pengentasan rakyat dari jurang kemiskinan, membentuk forum pengendalian inflasi daerah untuk menahan laju peningkatan harga kebutuhan pokok masyarakat, memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah dengan perusahaan swasta dan perusahaan negara dalam rangka perluasan penciptaan kesempatan kerja, menyusun peraturan daerah yang memberikan kermudahan aksesibilitas terbukanya lapangan usaha produktif bagi usaha berskala mikro dan kecil.
Dengan demikian pemerataan ekonomi terutama di daerah dapat terwujudkan secara nyata, yang berimplikasi terhadap penguatan fondasi struktur keuangan rumah tangga. Semakin kuat struktur keuangan diharapkan akan mampu mengimbangi laju inflasi yang meningkat. Pada akhirnya harga-harga akan kembali pada posisi keseimbangan semula yang positif bagi pasar.

Kamis, 14 April 2011

Ekonomi Pancasila

Dalam sistem ekonomi pancasila perekonomian liberal maupun komando harus dijauhkan karena terbukti hanya menyengsarakan kaum yang lemah serta mematikan kreatifitas yang potensial. Persaingan usaha pun harus selalu terus-menerus diawasi pemerintah agar tidak merugikan pihak-pihak yang berkaitan. Ekonomi Pancasila mempunyai sistem dan moral tersendiri yang bisa dikenali, dan sifat-sifat sistem serta moral ekonomi Pancasila telah melandasi atau menjadi pedoman aneka perilaku ekonomi perorangan, kelompok-kelompok dalam masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan negara. Sistem serta moral yang dimaksud bersumber pada ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Kelima sila dalam Pancasila menggambarkan secara utuh semangat kekeluargaan (gotong royong) dalam upaya mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat dan masyarakat Indonesia.

Ekonomi Indonesia lebih menonjol sebagai ekonomi moral bukan ekonomi yang terlalu rasional. Ekonomi Pancasila menjunjung tinggi asas keadilan sosial bagi seluruh rakyat, rupanya apabila harus memilih antara keadilan sosial dan efisiensi, kita akan cenderung mengorbankan efisiensi. Efisiensi sebagai lawan keadilan rupanya analog dengan dilema (trade off) antara pertumbuhan dan pemerataan.

Sistem Ekonomi Pancasila memiliki empat ciri yang menonjol, yaitu :
(1) Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara / pemerintah. Contoh hajad hidup orang banyak yakni seperti air, bahan bakar minyak / BBM, pertambangan / hasil bumi, dan lain sebagainya.
(2) Peran negara adalah penting namun tidak dominan, dan begitu juga dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Kedua pihak yakni pemerintah dan swasta hidup beriringan, berdampingan secara damai dan saling mendukung.
(3) Masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.
(4) Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan antar sesama manusia.

Ekonomi Terpusat

Ekonomi Terpusat (Komando) adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.
Ciri dari sistem ekonomi terpusat :
• Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah.
• Hak milik perorangan tidak diakui.
• Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian.
• Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah.

Kebaikan dari sistem ekonomi terpusat :
• Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya.
• Pasar barang dalam negeri berjalan lancer.
• Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga.
• Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan.
• Jarang terjadi krisis ekonomi.

Kelemahan dari sistem ekonomi terpusat :
• Mematikan inisiatif individu untuk maju .
• Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat.
• Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya.

Ekonomi Pasar

Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas) Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.
Ciri dari sistem ekonomi pasar :
• Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal.
• Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya.
• Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba.
• Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta).
• Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar.
• Persaingan dilakukan secara bebas.
• Peranan modal sangat vital.

Kebaikan dari sistem ekonomi pasar :
• Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi.
• Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi.
• Munculnya persaingan untuk maju.
• Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar.
• Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba.

Kelemahan dari sistem ekonomi antara lain:
• Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan.
• Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal.
• Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat.
• Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.

Rabu, 19 Januari 2011

KARAKTERISTIK ASING MEMPENGARUHI BISNIS INTERNASIONAL


Globalisasi terjadi dimana-mana dan menyentuh berbagai sektor, tidak terkecuali sektor ekonomi mikro. Banyak perusahaan berkecimpung dalam bisnis di negara asing. Kondisi ekonomi asing, nilai pergerakan tingkat nilai tukar dua hal yang menjadi dasar sebuah perusahaan ekspansi ke negara asing. Ada beberapa alasan : Menariknya permintaan asing, kapitalisasi teknologi, penggunaan sumber-sumber murah, dan diversifikasi internasional.
Perbedaan mata uang asing dari masing-masing negara memiliki konsekuensi logis terhadap bisnis internasional. Sebuah perusahaan bisa mengalami kerugian atau keuntungan karena selisih kurs bukan karena kinerja bisnisnya. Ekspor dan impor merupakan cara yang sering dlakukan oleh perusahaan untuk melibatkan diri ke bisnis internasional.


LIMA KARAKTERISTIK ASING SASARAN :

1. Kultur (Culture)
Sebelum memasarkan produk kita di negara tujuan, kita harus mempelajari budaya yang berlaku serta kondisi lingkungan yang ada di negara tersebut, sebagai contoh negara A akan memasarkan produk baju musim panas terbarunya, negara B merupakan negara yang terletak di kutub. Jika negara A memasarkan produknya di negara B tentu produknya tidak akan laku, tetapi jika negara A memasarkan produknya di negara C yang mengalami musim panas juga maka produknya akan laku.

2. Sistem Ekonomi (Economic System)
Sistem ekonomi yang berlaku di suatu negara menunjukkan seberapa besar campur tangan pemerintahnya dalam pengambilan keputusan di bidang ekonominya

3. Kondisi Ekonomi (Economic Condition)
Kondisi ekonomi yang ada di setiap negara tentunya berbeda, ada yang termasuk dalam negara maju, berkembang, bahkan, tertinggal. Jadi dalam memasarkan produk kita harus menetapkan harga yang sesuai dengan tingkat penghasilan masyarakat yang ada di negara tersebut.

4. Nilai Tukar (Exchange Rates)
Nilai tukar/ Kurs adalah nilai tukar mata uang dengan mata uang yang lainnya, Menurut Paul R Krugman dan Maurice (1994 : 73) Kurs adalah harga sebuah mata uang dari suatu negara yang diukur atau dinyatakan dalam mata uang lainnya. Menurut Nopirin (1996 : 163) Kurs adalah pertukaran antara dua mata uang yang berbeda, maka akan mendapat perbandingan nilai/harga antara kedua mata uang tersebut. Menurut Salvator (1997 : 10) Kurs atau nilai tukar adalah harga suatu mata uang terhadap mata uang lainnya.

5. Resiko Politik (Politic Risk)
Sebelum memasukkan produk kita ke pasar suatu negara asing, kita harus mempelajari politik dan undang – undang yang berlaku di negara tersebut agar kita tidak terjerat dalam hukum pidana dan sanksi politik dari negara tersebut.

Sabtu, 15 Januari 2011

BISNIS CUCI MOTOR

Di zaman serba susah seperti sekarang ini, apapun yang ada di sekitar kita pasti akan muncul sebuah peluang bisnis jika ada kemauan yang kuat. Termasuk bisnis cuci motor. Pengguna sepeda motor di Indonesia semakin berkembang pesat dari tahun ke tahun. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa factor seperti meningkatnya daya beli masyarakat. Faktor lainnya adalah pertimbangan ekonomi dengan menggunakan sepeda motor bisa lebih menghemat biaya apabila dibandingkan memakai kendaraan umum dan yang tidak kalah pentingnya bagi sebagian masyarakat di kota-kota besar yang sering mengalami kemacetan dapat diatasi dengan menggunakan sepeda motor.
Bisnis ini hanya membutuhkan modal sedikit dan pengelolaan yang tidak rumit. Apalagi jika Anda mempunyai tempat sendiri atau kerja sama dengan pemilik tempat melalui sistem bagi hasil.
Pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan :
1.     1. Standar kebersihan motor dan cara membersihkannya. 
2.    2. Mesin kendaraan bermotor (jangan sampai karena ketidaktahuan, mesin motor malah rusak karena terkena air).
3.     3.  Pembukuan sederhana, menyangkut pencatatan modal awal, operasional bulanan, dan pendapatan.
4.    4.Akses untuk mendapatkan tenaga yang bisa membantu membersihkan motor.

Modal yang diperlukan :
1.    1. Tempat dengan luas minimal 12 meter persegi untuk 2-3 motor.
2.  2. Dana sekitar Rp.5.000.000,-. Modal diperlukan untuk membeli pompa air, kompresor, dan peralatan cuci, seperti sabun, sampo motor, sikat, kain lap (kanebo), dan pengkilap cat motor. Modal ini termasuk untuk perbaikan tempat sesuai dengan kebutuhan, seperti kran dan saluran air.
3.    3. Tenaga kerja, 2-3 orang, untuk mencuci motor (salah satu merangkap sebagai tenaga kerja administrasi). Jika makin banyak pengguna jasa yang datang, jumlah tenaga kerja bisa ditambah.

Kiat Menjalankan Usaha :
1.     1.  Cari lokasi usaha yang banyak kendaraan bermotor. Pertimbangkan persaingan dan lingkungan yang banyak penduduk.
2.    2. Mencari dan melatih tenaga kerja tentang cara dan standar kebersihan dalam mencuci sepeda motor sampai menyemir ban. Pilih pekerja yang mau bekerja keras dan tidak malas. Gaji mereka berdasarkan jumlah motor yang dicuci. Ini dapat merangsang mereka agar giat bekerja dan mengurangi resiko jika jumlah konsumen sedikit.
3.    3. Latih tenaga kerja tersebut cara melayani dan berhubungan dengan konsumen.
4.   4.Tentukan harga cuci sepeda motor. Biasanya harga berkisar Rp. 4.500,- - Rp. 6.000,-. Penentuan harga tergantung dari potensi pengguna jasa dan pelayanan yang ANda tawarkan. Misalnya, menambah dengan menyemir ban.
5.   5. .Administrasi yang rapi, yaitu mencatat setiap pengeluaran (listrik, air, gaji pegawai, iuran warga) dan pemasukan. Berikan kwitansi pada setiap konsumen yang mencuci motornya di tempat Anda.







Bisnis Sablon

Bisnis sablon ini sangat menarik. Selain gampang dilakukan, modal yang dibutuhkan sangat kecil, pengelolaan tidak rumit, risiko pun sangat rendah. Sablon juga masih terus dibutuhkan. Dan keuntungan yang kita peroleh pun cukup lumayan, sekitar 10% sampai 50% dari biaya keseluruhan setiap kali sablon. Apalagi jika masa tertentu seperti pemilu, pilkada dan lain-lain. Omzet kita akan berlipat-lipat. Konsumen kita bisa perusahaan, individu, atau panitia acara.
Bisnis ini bisa dimulai dengan modal yang kecil, yaitu sekitar angka satu juta rupiah. Tetapi semakin besar modal kita semakin baik. Uang itu untuk membeli peralatan sablon, seperti screen dan lain-lain. Jika kita membutuhkan pegawai hendaknya kita memilih pegawai yang sudah berpengalaman.. Jika tidak mendapatkannya, kita bisa melatih mereka dalam beberapa hari. Untuk masalah harga tariff sablon kita bisa bermacam-macam tergantung jumlah warna, ukuran dan tingkat kesulitannya.
Dalam bisnis sablon pemasaran sangat penting, karena kita adalah pemula, dibutuhkan promosi agar perusahaan-perusahaan dan masyarakat mengenal kita. Kita bisa memanfaatkan usaha kita ini sebagai promosi juga. Misalnya membuat spanduk dengan desain unik dan bagus disertai nama dan alamat usaha sablon kita lalu kita bisa sebarkan ke berbagai tempat yang strategis.