Sabtu, 07 Januari 2012

Pengertian Objek Perkembangan dan Lingkup Ilmu Politik

Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat berwujud proses pembuatan keputusan ( decision making ) khususnya dalam negara. Dengan demikian ilmu politik adalah cabang dari ilmu social yang berdampingan dengan cabang ilmu social lainnya seperti antropologi, sosiologi, ekonomi dan psikologi. Ilmu politik yang sama dengan ilmu social lainnya berobjekkan manusia sebagai kelompok masyarakat. Ilmu tersebut mempelajari tentang kerjasama manusia untuk mencapai sesuatu.
Secara etimologis, politik berasal dari bahasa yunani “ Polis “ yang berarti kota berstatus negara. Istikah politik diartikan berbagai macam kegiatan tujuan-tujuan dari system itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU POLITIK
Jika kita mengkaji ilmu politik, kita dapat memulainya dari ilmu politik yunani kuno, kemudian abad Romawi, lalu abad Pertengahan (middle ages), sampai pada Rennaisance dan abad pencerahan sampai abad 19 dan abad 20.
Dalam kajian sejarah ilmu politik, ada dua teori tentang lahirnya ilmu politik, yaitu pembahasan secara luas dan pembahasan secara sempit. Secara luas ilmu politik sudah ada sejak zaman dahulu terbukti dari peninggalan prasasti serta pembahasan–pembahasan dan tulisan-tulisan dari para philosophy masa lampau. Sedangkan secara sempit ilmu politik dilihat dari aspek sisstematisnya sebagai ilmu dalam aspek akademis.
Secara luas Ilmu politik telah ada sejak zaman dahulu, dibuktikan dari karya karya berikut:
- Yunani Kuno pada tahun 450 SM pemikiran mengenai Negara sudah dimulai, dilihat dari karya erodutus, Plato dan Aristoteles
- Asia , seperti Imdia tahun 500 SM terdapat kitab kesusastraan Dharmasastra dan Arthasastra.
- Wilayah Asia lain, Cina tahun 500 SM, terdapat beberapa tokoh filsuf seprti Confucius dan Kung Fu Tzu
- Arab, abad II M terdapat beberapa karya AL – Marwardi berjudul AL – Akham AS-Sultaniyyah
- Indonesia, terdapat beberapa karya yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan seperti yang ditulis dalam buku Negarakertagama dan Babad Tanah Jawi pada abad 13-15 M

Bidang-Bidang Ilmu Politik
Dalam Contemporary Political Science terbitan UNESCO yang merupakan hasil dari konferensi Paris, ilmu politik disepakati dibagi dalam empat bidang, yaitu :
1. Teori Polik :
- Teori Politik
- Sejarah Perkembangan ide-ide politik
2. Lembaga-Lembaga Politik :
- Undang – Undang Dasar
- Pemerintah Nasional
- Pemerintah Daerah dan Lokal
- Fungsi Ekonomi dan Sosial dari Pemerintah
- Perbandingan Lembaga-lembaga Politik
3. Partai-partai, golongan-golongan (groups) dan Pendapat Umum
- Partai-partai Politik
- Golongan-golongan dan asosiasi-asosiasi
- Partisipasi warga negara dalam pemerintah dan administrasi
- Pendapat umum
4. Hubungan Internasional
- Politik Internasional
- Organisasi dan Administrasi Internasional
- Hukum Internasional

Keempat bidang inilah yang menjadi titik kajian dalam studi ilmu politik yang semakin berkembang dengan pesat seiring dengan kemajuan zaman.

Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan Lainnya

Dengan Sejarah
Ilmu Politik sangat erat hubungannya dengan Ilmu sejarah. Sejarah merupakan alat yang paling penting bagi ilmu politik, oleh karena menyumbang bahan yaitu data dan fakta dari masa yang lampau untuk diolah lebih lanjut. Perbedaan antara ahli sejarah dan sarjana ilmu politik ialah ahli sejarah selalu meneropong masa yang lampau dan inilah yang menjadi tujuannya, sedangkan sarjana ilmu politik biasanya lebih melihat kedepan (future oriented)

Dengan Filsafat
Ilmu Pengetahuan yang juga sangat erat kaitannya dengan ilmu politik adalah Filsafat. Filasafat ialah usaha untuk secara rasionil dan sistematis mencari pemecahan atau jawaban atas persoalan-persoalan yang menyangkut universe (alam semesta) dan kehidupan manusia.Filsafat menjawab pertanyaan seperti: apakah azas-azas yang mendasari fakta ? apakah yang dapat saya ketahui ? apakah azas-azas dari kehidupan? Filsafat sering merupakan pedoman bagi manusia dalam menetapkan sikap hidup dan tingkah lakunya.
Ilmu politik terutama erat sekali hubungannya dengan filsafat yang menyangkut kehidupan politik terutama mengenai sifat hakiki, asal mula dan nilai (value) dari negara. Negara dan manusia didalamnya dianggap sebagai bagian dari alam semesta. Dalam filsuf Yunani Kuno, filsafat politik juga mencakup dasn erat hubungannya dengan moral philosophy atau ethika (ethics).

Dengan Sosiologi
Diantara ilmu-ilmu sosial, Sosiologilah yang paling pokok dan umum sifatnya. Sosiologi membantu sarjana ilmu politik dalam usaha memahami latar belakang, susunan dan pola kehidupan sosial dari pelbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat. dengan menggunakan pengertian dan teori-teori sosiologi, sarjana ilmu politik dapat mengetahui sampai dimana susunan dan stratifikasi sosial mempengaruhi ataupun dipengaruhi oleh misalnya keputusan kebijaksanaan (policy decision), corak dan sifat keabsahan politik (political legitimacy), sumber-sumber kewenangan politik (sources of political authority), pengendalian sosial (social control) dan perubahan sosial (social change)
Satu kesamaan adalah ilmu politik dan sosiologi sama-sama mempelajari negara. tetapi sosiologi menganggap negara sebagai salah satu lembaga pengendalian sosial, namun ilmu politik dan sosiologi sama dalam pandangannya yang menganggap bawa negara dapat dilihat baik sebagai asosiasi (kalau melihat manusia) maupun sebagai sistem pengendalian (system of controls). Hanya saja bagi ilmu politik negara merupakan obyek penelitian pokok, sedangkan dalam sosiologi negara hanya merupakan salah satu dari banyak asosiasi dan lembaga pengendalian dalam masyarakat.

Dengan Antropologi
Awalnya antropologi lebih banyak memusatkan perhatian pada masyarakat dan kebudayaan di desa-desa dan di pedalaman, sedangkan sosilogi lebih memusatkan perhatian pada kehidupan masyarakat kota yang jauh lebih banyak dipengaruhi oleh perkembangan ilmu ekonomi dan teknologi modern, lambat laun kedua ilmu ini saling mempengaruhi hingga batas antara keduanya menjadi agak kabur.
Perhatian sarjana ilmu politik terhadap antropologi makin meningkat sejalan dengan bertambahnya perhatian dan penelitian tentang kehidupan serta usaha mordenisasi politik di negara-negara baru, terutama yang berelai dengan nation building dan masalah-masalah pembangunan guna menunjang kemampanan suatu negara baru tersebut.


Daftar Pustaka
Budiardjo, Miriam, Dasar-Dasar Ilmu Politik, PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta, 1993
Isjwara, F, Pengantar Ilmu Politik, Bina Cipta, Bandung 1986.
Rodee, Carlton clymer, Pengantar Ilmu Politik, Raja Grafindo Persada, Jakarta 2000

1 komentar:

  1. maaf ya teman, mau kasih masukan nih kita kan anak gundar,kita jg udah masuk ke pembelajaran mata kuliah softskill ayo dong blognya disisipin
    link Universitas Gunadarma misalnya kaya gini nih
    * www.gunadarma.ac.id
    * www.studentsite.gunadarma.ac.id
    * www.baak.gunadarma.ac.id
    * dll.
    ini buat kriteria penilaian mata kuliah softskill temen2 :D

    BalasHapus